REPLATING
2.1. PENJELASAN REPLATING
Replating
merupakan suatu proses dimana kapal melakukan pergantian pelat baru untuk
menggantikan pelat lama yang telah mengalami penipisan pelat yang diakibatkan
oleh korosi maupun deformasi terhadap air laut, bisa juga karena benturan yang
perlu dilakukan perbaikan untuk mempertahankan bagian-bagian kapal. Selain
replating, juga ada doubling, doubling merupakan suatu penambalan plat dengan
plat kembali, sehingga kontrusi plat yang rusak dapat lebih kuat. Doubling
hanya boleh dilakukan untuk
bagian-bagian yang berada di atas air, sehingga tidak beresiko tinggi.
2.2. FAKTOR – FAKTOR REPLATING
Proses replating
tidak begitu saja dilakukan, juga terdapat pertimbangan untuk melakukan
replating atau tidak, pertimbanganya yaitu:
a)
Jika plat mengalami deformasi sebesar
· Untuk
kapal baru 20% dari kondisi awal
· Untuk
kapal lama 30% dari kondisi awal
· Jika
ukuran deformasi lebih dari 4 x tebal plat
b) Jika
plat mengalami korosi yang membuat keropos
Contoh
gambar korosi pada plat
c)
Jika plat tidak lolos uji saat di uji oleh kelas
(BKI, NK, ABS, GL, dll)
2.4. PROSES REPLATING PADA LAMBUNG KAPAL
Pemasangan
pelat baru pada kapal dikondisikan pada kebutuhan pelat, pelat yang digunakan
harus memiliki tebal yang sama dengan plat yang digunakan kapal. Proses
pemasangan pelat baru dilakukan dengan pengelasan. Pada saat penggantianya,
plat lama harus di potong untuk digantikan dengan plat baru, dalam pemotongan
plat yang lama, ada prosedur yang harus dilakukan, yaitu :

Gambar
Proses Penggantian Plat
- Pemotongan pelat lambung dapat dilakukan dari luar badan kapal
dengan mentaati prosedur (urutan) pemotongan dengan menggunakan bender las potong, namun harus
diperhatikan apabila lambung yang dipotong berada diruang ABK, ruang tanki
harus ada pengawas yang berjaga dengan tersedia peralatan pemadam api,
jarak plat yang dipotong adalah 2 jarak gading dan untuk lebarnya pas
dengan nat / 30cm dari pusat kerusakan plat, dengan tujuan plat mendapat
tumpuan dari gading.
- Jika pemotongan diakukan dari dalam lambung kapal, maka yang perlu
diperhatikan bahwa
- harus gas free bila berupa tanki,
- harus diperhatikan kamar ABK jangan sampai
terjadi kebakaran akibat percikan api
- Setelah selesai pemotongan pelat kemudian di ukur dengan tepat atau
dibuatkan mal (master) untuk dipakai sebagai ukuran pelat baru.
- Untuk pemasangan pelat baru, setelah ukuran yang kita dapatkan dari
mal (master) maka dilakukan pemotongan pelat baru, ukuran pelat baru biasanya
dilebihkan antara 1- 1,5 cm dari ukuran yang didapat, tebal pelat
disesuaikan dengan tebal pelat standar
Setelah pelat dipotong, maka pelat siap untuk diganti dengan plat yang
baru. Ada beberapa langkah untuk melakukan replating, langkah-langkahnya yaitu
:
1.
Membersihkan badan kapal terlebih dahulu, agar
ketika di las, tidak ada kotoran yang menempel pada lasan plat.
2.
Membuat penyangga pada plat baru dengan cara
mengelas plat penyangga ke dinding lambung, agar pekerja tidak perlu memegangi
plat yang akan dipasang saat di las.
3.
Menempatkan plat pada lubang hasil potongan plat
lama.
4.
Memasang plat baru dengan cara di las.

Gambar Plat
Penyangga

Gambar Pengunci Plat

Gambar Proses Pegelasan

Gambar Pengelasan Bagian
Dalam Kapal

Gambar Proses Replating
Setelah Dilakukan Pengelasan.
2.5. PENGETESAN HASIL REPLATING
Pada tahap terakhir replating yaitu
adalh proses pengetesan hasil las, apakah las benar-benar kuat dan kedap air.
Pengujian hasil las dapat dilakukan dengan cara :
·
Bagian luar (kapur) & bagian dalam (minyak),
·
Hoose Test
·
Tekanan udara + sabun
Jika kerusakan plat ditemui di
tempat yang sulit untuk dijangkau, seperti pada double bottom, tangki, dll.
Maka dalam proses perbaikanya pekerja dapat membuat lubang pembantu dengan
memotong plat dengan ukuran yang dapat dimasuki pekerja, lubang dibuat dekat
dengan pusat kerusakan, sehingga pekerja dapat melakukan proses replating.
Lubang pembantu yang dibuat sebelumnya, nantinya akan ditutup kembali dengan
plat, karena pekerja tidak mungkin akan membuat lubang kembali, maka pekerja
dapat membuat backstrip sebagai pembantu agar plat dapat menempel tanpa pekerja
harus masuk dan mengelas dari dalam. Kembudian baru di las dari luar agar
lubang tadi tertutup. 
No comments:
Post a Comment