CLEARANCE
Bantalan poros
propeller kapal adalah suatu elemen atau bagian yang memiliki kemampuan
untuk menumpu poros yang berbeban, sehingga putaran dan gerakan bolak –
baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umur. Bantalan yang
akan menumpu poros baling– baling haruslah cukup kokoh dan kuat untuk
memungkinkan poros baling – baling serta elemen mesin pendukung lainnya dapat
bekerja dengan baik, jika bantalan tersebut tidak berfungsi dengan baik maka akan
menyebabkan penurunan kerja sistem poros, sehingga tidak dapat bekerja sebagai
mana biasanya, seiring kapal yang sedang berlayar, maka getaran akan
terjadi di seluruh kapal, ini putaran pada poros propeller, as kemudi juga akan
terjadi, hal ini akan menyebabkan terjadinya clearane antara bantalan dan poros
propeller maupun as kemudi.
Clearance merupakan kelonggaran atau perengangan yang terjadi antara
poros propeller maupun as kemudi kapal, hal ini akan selalu terjadi. Maka dari
itu harus selalu dilakukan pemeriksaan mengenai clearance yang terjadi,
terdapat batas nilai (limit) untuk clearance pada seti ap bantalan dan poros.
Limit clearance tergantung pada diameter as raddle, propeller dan
pintel. Untuk ukuran bantalan juga tergantung dari as nya sendiri,dan nantinya
akan dihitung clearance terbesar, baru setelah diketahui ukuran diameter
bantalan akan disesuaikan. Cara menentukan limit clearance adalah :

Menurut RULES BKI :
Limit Clearance = 0,01 X D + 2 (Raddle) 3 (Propeller) 4 (Pintel)
Keterangan : - ditambah (+) 2 untuk menghitung pada Raddle
- ditambah (+) 3 untuk menghitung pada Propeller
- ditambah (+) 4 untuk menghitung pada Pintel
Pengukuran clearance dilakukan saat kapal pengedokan, Jika
clearance melebihi nilai limit perhitungan maka harus dilakukan pergantian,
jika masih terkait sedikit maka boleh digunakan tetapi periode 1 tahun harus
diganti. Pengukuran ini dilakukan oleh pihak galangan yaitu bagian QC (Quaility
Control) yang akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat :
a)
Micrometer Outset
b)
Mikrometer inset (mengukur diameter As)
c)
Jangka Luar,
digunakan untuk mengukur diameter luar dari poros propeller,
d)
Fuller

Gambar jangka luar
Proses yang harus dilakukan saat mengukur clearance adalah :
1.
Membuka Skrem agar dapat dilihat bantalan
2.
Mengukur diameter as / poros menggunakan jangka
luar
3.
Mengukur jarak antara poros/as dengan bantalan
4.
Mencocokan clearance yang di dapat dari
pengukuran dengan limit clearance kapal.
Ada
beberapa macam bahan bantalan yang sering digunakan, yaiut :
1.
Bantalan Kayu Pokhout
Bantalan poros baling baling yang bahannya terbuat dari kayu pokhout dapat burupa Silinder dan dapat berupa segmen, bantalan yang berupa silinder kadang – kadang dapat langsung dimasukan pada tabung poros baling – baling (tanpa rumah bantalan) ataupun dengan rumah bantalan sedangkan bantalan kayu yang berupa segmen harus mempunyai rumah bantalan. Bantalan kayu pokhout bisa bertahan hingga 2 tahun ( tergantung pemakaian)
Untuk bantalan kayu digunakan pada poros propeller yang terbuat dari baja karbon (Carbon steel). Selain itu bantalan dipakai pada poros propeller dengan menggunakan pelumasan air laut dan bagian dalamnya menggunakan penindis cek spalling untuk menghabat rembesan air laut yang masuk melalui poros.
Bantalan poros baling baling yang bahannya terbuat dari kayu pokhout dapat burupa Silinder dan dapat berupa segmen, bantalan yang berupa silinder kadang – kadang dapat langsung dimasukan pada tabung poros baling – baling (tanpa rumah bantalan) ataupun dengan rumah bantalan sedangkan bantalan kayu yang berupa segmen harus mempunyai rumah bantalan. Bantalan kayu pokhout bisa bertahan hingga 2 tahun ( tergantung pemakaian)
Untuk bantalan kayu digunakan pada poros propeller yang terbuat dari baja karbon (Carbon steel). Selain itu bantalan dipakai pada poros propeller dengan menggunakan pelumasan air laut dan bagian dalamnya menggunakan penindis cek spalling untuk menghabat rembesan air laut yang masuk melalui poros.
2. Bantalan Karet / Rubber
Untuk bantalan dari karet digunakan pada poros propeller yang terbuat dari stainless steel dan carbon steel yang system pelumasan porosnya menggunakan air laut dengan memakai penindis cek spalling untuk menghambat rembesan air yang masuk dari poros.
Kelebihan dari bantalan karet adalah mempunyai koefisien gesekan yang rendah, apabila air sebagai pelumasnya, karet mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap keausan, serta konstruksinya sederhana dan murah, selain itu juga memberikan ketahanan yang baik, dapat meredam bunyi serta getaran vertikal dari poros baling – baling.
Untuk bantalan dari karet digunakan pada poros propeller yang terbuat dari stainless steel dan carbon steel yang system pelumasan porosnya menggunakan air laut dengan memakai penindis cek spalling untuk menghambat rembesan air yang masuk dari poros.
Kelebihan dari bantalan karet adalah mempunyai koefisien gesekan yang rendah, apabila air sebagai pelumasnya, karet mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap keausan, serta konstruksinya sederhana dan murah, selain itu juga memberikan ketahanan yang baik, dapat meredam bunyi serta getaran vertikal dari poros baling – baling.
3. Bantalan thordon
Thordon merupkan campuran dengan unsur induk adalah Sn dengan campuran Sb, Cu atau kadang Pb. Campuran-campuran ini akan berpengaruh pada jumlah presentase tiap-tiap unsur yang tergantung atas kegunaan logam metal tersebut.
Oleh karena itu bantalan thordon dengan pelumasan minyak lumas diperlukan alur yang arahnya memanjang agar pelumasan dapat dicapai seluruh permukaan poros baling-baling pada bantalan. Dengan adanya kelonggaran antara poros baling-baling dan bantalan, secara teoritis minyak lumas akan keluar terus.
4. Bantalan Brownze
Bantalan brownze
merupakan bantalan yang bisa bertahan lama, karena terbuat dari perunggu,
tetapi bantalan ini juga memiliki harga yang mahal maka dari itu jarang
digunakan.
Periode penggantian bantalan :
-
Rubber
: 2 tahun selama pemakaian (biasanya untuk tug boat)
-
Pokhout
: minimal 2 tahun tergantung pemakaian
-
Thordon
: minimal 2 tahun tergantung pemakaian
-
Bronze
: minimal 2 tahun tergantung pemakaian
No comments:
Post a Comment