Wednesday, 6 May 2015

CLEARANCE
Bantalan poros propeller kapal adalah suatu elemen atau bagian yang memiliki kemampuan untuk menumpu poros yang berbeban, sehingga putaran dan gerakan bolak – baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umur. Bantalan yang akan menumpu poros baling– baling haruslah cukup kokoh dan kuat untuk memungkinkan poros baling – baling serta elemen mesin pendukung lainnya dapat bekerja dengan baik, jika bantalan tersebut tidak berfungsi dengan baik maka akan menyebabkan penurunan kerja sistem poros, sehingga tidak dapat bekerja sebagai mana biasanya, seiring kapal yang sedang berlayar, maka getaran akan terjadi di seluruh kapal, ini putaran pada poros propeller, as kemudi juga akan terjadi, hal ini akan menyebabkan terjadinya clearane antara bantalan dan poros propeller maupun as kemudi.
Clearance merupakan kelonggaran atau perengangan yang terjadi antara poros propeller maupun as kemudi kapal, hal ini akan selalu terjadi. Maka dari itu harus selalu dilakukan pemeriksaan mengenai clearance yang terjadi, terdapat batas nilai (limit) untuk clearance pada seti ap bantalan dan poros. Limit clearance tergantung pada diameter as raddle, propeller dan pintel. Untuk ukuran bantalan juga tergantung dari as nya sendiri,dan nantinya akan dihitung clearance terbesar, baru setelah diketahui ukuran diameter bantalan akan disesuaikan. Cara menentukan limit clearance adalah :







Menurut RULES BKI :
Limit Clearance = 0,01 X D + 2 (Raddle) 3 (Propeller) 4 (Pintel)
Keterangan        : - ditambah (+) 2 untuk menghitung pada Raddle
                                                   - ditambah (+) 3 untuk menghitung pada Propeller
                                                   - ditambah (+) 4 untuk menghitung pada Pintel
Pengukuran clearance dilakukan saat kapal pengedokan, Jika clearance melebihi nilai limit perhitungan maka harus dilakukan pergantian, jika masih terkait sedikit maka boleh digunakan tetapi periode 1 tahun harus diganti. Pengukuran ini dilakukan oleh pihak galangan yaitu bagian QC (Quaility Control) yang akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat :
a)      Micrometer Outset
b)      Mikrometer inset (mengukur diameter As)
c)       Jangka Luar,  digunakan untuk mengukur diameter luar dari poros propeller,
d)      Fuller
Gambar jangka luar
Proses yang harus dilakukan saat mengukur clearance adalah :
1.       Membuka Skrem agar dapat dilihat bantalan
2.       Mengukur diameter as / poros menggunakan jangka luar
3.       Mengukur jarak antara poros/as dengan bantalan
4.       Mencocokan clearance yang di dapat dari pengukuran dengan limit clearance kapal.
Ada beberapa macam bahan bantalan yang sering digunakan, yaiut :
1.  Bantalan Kayu Pokhout
                Bantalan poros baling  baling yang bahannya terbuat dari kayu pokhout dapat burupa Silinder dan dapat berupa segmen, bantalan yang berupa silinder kadang – kadang dapat langsung dimasukan pada tabung poros baling – baling (tanpa rumah bantalan) ataupun dengan rumah bantalan sedangkan bantalan kayu yang berupa segmen harus mempunyai rumah bantalan. Bantalan kayu pokhout bisa bertahan hingga 2 tahun ( tergantung pemakaian)

                Untuk bantalan kayu digunakan pada poros propeller yang terbuat dari baja karbon (Carbon steel). Selain itu bantalan dipakai pada poros propeller dengan menggunakan pelumasan air laut dan bagian dalamnya menggunakan penindis cek spalling untuk menghabat rembesan air laut yang masuk melalui poros.
2. Bantalan Karet / Rubber
                Untuk bantalan dari karet digunakan pada poros propeller yang terbuat dari stainless steel dan carbon steel yang system pelumasan porosnya menggunakan air laut dengan memakai penindis cek spalling untuk menghambat rembesan air yang masuk dari poros.

                Kelebihan dari bantalan karet adalah mempunyai koefisien gesekan yang rendah, apabila air sebagai pelumasnya, karet mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap keausan, serta konstruksinya sederhana dan murah, selain itu juga memberikan ketahanan yang baik, dapat meredam bunyi serta getaran vertikal dari poros baling – baling.


3. Bantalan thordon
                Thordon merupkan campuran dengan unsur induk adalah Sn dengan campuran Sb, Cu atau kadang Pb. Campuran-campuran ini akan berpengaruh pada jumlah presentase tiap-tiap unsur yang tergantung atas kegunaan logam metal tersebut.
                Oleh karena itu bantalan thordon dengan pelumasan minyak lumas diperlukan alur yang arahnya memanjang agar pelumasan dapat dicapai seluruh permukaan poros baling-baling pada bantalan. Dengan adanya kelonggaran antara poros baling-baling dan bantalan, secara teoritis minyak lumas akan keluar terus.

4. Bantalan Brownze
Bantalan brownze merupakan bantalan yang bisa bertahan lama, karena terbuat dari perunggu, tetapi bantalan ini juga memiliki harga yang mahal maka dari itu jarang digunakan.
Periode penggantian bantalan :
-          Rubber                 : 2 tahun selama pemakaian (biasanya untuk tug boat)
-          Pokhout               : minimal 2 tahun tergantung pemakaian
-          Thordon               : minimal 2 tahun tergantung pemakaian
-          Bronze                  : minimal 2 tahun tergantung pemakaian


No comments:

Post a Comment