Monday, 18 May 2015

TUGAS KEPALA BAGIAN GALANGAN

§  KEPALA BAGIAN GUDANG
Tugas dan Kewajiban :
Ø  Merencanakan, mengawasi dan melaksanakan penyimpanan barang.
Ø  Melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian barang ke bagian yang membutuhkan.
Ø  Mengumpulkan dan mencatat keberadaan barang di gudang.
Ø  Melakukan pengawasan terhadap keluar masuknya barang.
§  KEPALA BAGIAN PERALATAN
Tugas pokoknya adalah merawat segala jenis peralatan yang menunjang kerja di galangan kapal, misalnya forklift, mobile crane dan segala peralatan penunjang lainnya.
§  KEPALA BAGIAN DOCK
Wewenang :
Ø  Mengusulkan perbaikan untuk masing-masing bagiannya.
Ø  Meminta fasilitas untuk kelancaran tugas.
Ø  Menilai bawahan, mengusulkan promosi, mutasi dan sanksi bagi bawahannya.


Tanggung Jawab :
Ø  Terhadap kelancaran tugas.
Ø  Terhadap kelancaran pekerjaan serta situasi kapal selama berada di dalam dok.
Ø  Terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan di bidangnya.
Ø  Terhadap pelaksanaan tugas dalam kemampuan penuh.
Ø  Terhadap tugas-tugas yang dilimpahkan pada bawahan.
§  KEPALA BAGIAN MESIN
Tugas pokok dari kepala bagian mesin adalah mengatur segala jenis kegiatan perbaikan yang berhubungan mesin induk dan segala yang menghasilkan tenaga pada kapal. Baik itu mesin induk maupun mesin bantu.
§  KEPALA BAGIAN LAMBUNG
Tugas pokoknya adalah mengatur segala jenis perbaikan yang berhubungan dengan perbaikan lambung kapal. Baik itu berupa penggantian plat atau yang lainnya.
§  KEPALA BAGIAN LISTRIK
Tugas pokoknya adalah berhubungan dengan instalasi dan perbaikan sistem kelistrikan dalam kapal.
§  KEPALA BAGIAN OUTFITTING

Tugas pokoknya adalah berhubungan dengan perbaikan perlengkapan kapal baik berupa jangkar, propeller, pompa dan lain sebagainya.

Wednesday, 13 May 2015

1  PengertianKapal Ferry
Kapal penumpang jenis Ferry, Kapal ferry adalah kapal penyebrangan dalam tujuan jarak dekat ataupun disebut disebut transportasi pantai, sungai dan danau. Selain mengangkut penumpang, kapal ferry biasa juga digunakan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan mendesak seperti sayuran, daging, dan bahan makanan lainnya yang dikemas dalam kontainer yang berpendingin (refrigerated container). Selain itu ada kalanya kapal ini mengangkut barang-barang curah lainnya yang berkapasitas sedikit seperti biji-bijian yang dikemas dalam goni ataupun wadah tertutup lainnya.
Kapal ferry merupakan salah satu jenis kapal laut yang cukup digunakan sebagai sarana transportasi angkutan laut. Saat ini cukup banyak kapal yang mengalami keadaan darurat di laut. Berdasarkan Resolusi IMO No.A 741 – 18 tahun 1993 tentang ISM – Code, keadaan darurat yang ada di kapal antara lain kebakaran, kebocoran lambung kapal, kerusakan mesin induk, orang jatuh ke laut, meninggalkan kapal, tumpahan minyak, kandas, kerusakan mesin kemudi, pertolongan orang cedera dari cuaca buruk.
Dalam hal terjadi kondisi darurat kebakaran, perlu dilakukan proses evakuasi penumpang yang ada di kapal. Pada dasarnya proses evakuasi adalah proses pemindahan manusia, penumpang, atau jiwa dari tempat yang mengandung bahaya menuju tempat yang aman dalam hal ini yaitu dari tempat awal mereka berada di geladak penumpang menuju tempat pengumpulan di geladak embarkasi.



3.2  Perkembangan Fungsi Kapal Ferry
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dunia saat ini, berkembang pulalah transportasi barang dan penumpang antar pulau dan bahkan antar negara dan antar benua. Demikian pula perkembangan dalam penggunaan kapal ferry terlihat demikian pesatnya. Kapal ferry bukan lagi hanya merupakan kapal penyeberangan kecil, tetapi sudah meningkat pada ukuran yang besar dengan muatan tidak hanya penumpang tetapi juga; mobil, truck, bus dan bahkan kereta api. Kapal ferry tidak hanya melayani route pendek tetapi juga route panjang antar negara.
Dengan perkembangan operasional kapal ferry seperti tersebut diatas, maka terjadi pula perkembangan dalam desain kapal ferry. Dengan kebutuhan akan sarana transportasi khususnya tranportasi laut (kapal ferry), para desainer kapal dihadapkan pada suatu permasalahan yakni bagaimana mendesain kapal yang sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan yang berdasar pada suatu sarana tranportasi yang aman, lancar, nyaman, cepat dan tepat serta terjangkau. Kapal dituntut dapat menyediakan ruangan atau luas geladak yang sangat besar, sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan akan kapasitas angkut juga untuk keperluan kenyamanan penumpang dan penyediaan ruangan untuk tempat hiburan/rekreasi dikapal.







Melihat perkembangan akan tuntutan pelayanan jasa kapal ferry saat ini, maka para desainer dituntut pula untuk dapat mengikuti dan membuat suatu desain yang sesuai dengan kebutuhan akan jasa pelayanan kapal ferry.
Pada umumnya kapal ferry mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakannya dari kapal jenis lain. Demikian pula dalam membuat desain kapal ferry ada batasan dan kriteria tertentu yang harus diperhatikan oleh perencana kapal. Kriteria–kriteria tersebut selain mencakup segi teknis dalam desain kapal mencakup pula segi operasional kapal.

Bentuk lambung kapal coventional U atau V tidak selalu dapat diterapkan dalam desain kapal ferry modern. Tuntutan untuk mengoptimalkan desain lambung kapal ditinjau dari segi teknis dan operasional telah melahirkan inovasi–inovasi baru dalam desain bentuk lambung kapal ferry, seperti bentuk pram, terowongan, ataupun lambung kapal dengan skeg ganda (gambar 1 pada lampiran).
Inovasi dalam desain dan pengkajian performance kapal ferry tidak dapat lepas dari peran suatu laboratorium hidrodinamika. Jenis–jenis pengujian model yang pada umumnya dilakukan untuk pengkajian performance kapal ferry akan dibahas dalam tulisan ini untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan operasional kapal, kriteria dalam desain serta jenis pengkajian desain yang dilakukan dengan bantuan uji model phisik di laboratorium hidrodinamika.
Data-data yang diperlukan dalam mendesain suatu kapal antara lain data jenis dan volume muatan yang akan diangkut, route, kondisi perairan dimana akan dioperasikan, dan data-data pendukung lainnya.
Kapal ferry mempunyai kriteria tersendiri dalam perencanaannya, antara lain menyangkut stabilitas kapal, kebutuhan luas geladak, batasan atas panjang dan sarat air kapal serta kemampuan manuvernya.
Kriteria dalam perencanaan serta karakteristik kapal ferry mengacu pada kebutuhan untuk mengoptimalkan desain bentuk lambung kapal. Beberapa type bentuk lambung kapal tidak selalu dapat diterapkan untuk pembangunan kapal ferry modern, masing–masing bentuk lambung tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri sendiri. 
Desain kapal ferry modern yang cenderung lebih besar dalam ukuran dan yang lebih komplek dalam pemilihan type bentuk lambung kapal serta aspek operasional kapalnya, membutuhkan pengkajian desain yang lebih intensip di laboratorium hidrodinamika. Dengan pengujian-pengujian yang lebih intensip dilaboratorium hidrodinamika, maka dapat diperoleh suatu pengembangan dari bentuk-bentuk badan kapal atau bentuk lambung kapal yang lebih optimal dan bernilai lebih ekonomis.

Pengujian desain di laboratorium hidrodinamika dilakukan untuk dapat diketahui karakteristik suatu kapal sebelum kapal tersebut dibangun, hal ini penting bagi para calon pemilik kapal sebagai pegangan baik pada saat kapal tersebut dibangun maupun pada saat operasi terutama dalam sea trial kapal.



3.3  Karakteristik Kapal Ferry
Karakteristik Kapal Ferry, Menurut Nasution (1996) sebagai produk suatu teknologi transportasi, sebuah ferry mempunyai ciri–ciri umum sebagai berikut :
  1. Geladak disyaratkan dengan lebar yang cukup besar untuk pengangkutan kendaraan agar arus masuk keluarnya kendaraan menjadi cepat.
  2. Penempatan kendaraan sedemikian rupa sehingga terlindung dari air laut.
  3. Memiliki pintu rampa, baik itu di haluan dan di buritan maupun di samping.
  4. Kapal di lengkapi dengan balok pelintang yang cukup dan juga dilengkapi dengan fender untuk mencegah terjadinya shock.






Bentuk – bentuk muatan yang bisa diangkut dengan kapal ferry adalah (Nasution, 1996) :

  1. Bisa bergerak sendiri, misalnya mobil.
  2. Barang – barang di atas truk dan penumpang dalam bus.
  3. Barang – barang di atas roll plate.
  4. Kontainer di atas chassis.
  5. Penumpang yang bergerak sendiri.

Monday, 11 May 2015

2.1 Gaya ke Atas (Lifting) Zat Cair

Hukum Archimedes, menurut Archimedes, benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda.
Gaya ke atas (Lifting)  Zat Cair, Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Gaya ke atas
gaya apung (buoyancy), yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda. Munculnya gaya apung adalahkonsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman. Dengandemikian berlaku :
Fa= Wu –  Wf 

 Dengan,Fa= Gaya ke Atas
Wu = Berat Benda di Udara
Wf = Berat Benda Dalam Zat Cair
Gaya apung terjadi karena makin dalam zat cair, makin besar tekanan hidrostatisnya. Ini menyebabkan tekanan pada bagian bawah benda lebih besar daripada tekanan pada bagian atasnya
Besarnya gaya ke atas yang dialami benda di dalam fluida bergantung pada massa jenis fluida, volume fluida yang dipindahkan, dan percepatan gravitasi bumi. Anda telah mengetahui bahwa suatu benda yang berada di dalam fluida dapat terapung, melayang, atau tenggelam, berikut uraiannya.




a. Terapung
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan terapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis fluida ρbenda < ρair. Massa jenis benda yang terapung dalam fluida memenuhi persamaan berikut.




Gaya angkat ke atas lebih besar dari gaya berat benda. Hanya sebagian kecil bagian benda yang masuk ke dalam air.

b. Melayang
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis fluidaρbenda = ρair





Benda melayang jika seluruh benda tercelup ke air tetapi tidak menyentuh dasar. Gayang tekan ke atas sama dengan gaya berat benda.
c. Tenggelam
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida ρbenda > ρair. Jika benda yang dapat tenggelam dalam fluida ditimbang di dalam fluida tersebut,




Benda tenggelam karena gaya berat benda lebih besar dari gaya tekan ke atas. Gaya angkat sudah tidak kuat lagi menahan gaya berat sehingga benda jatuh ke dasar fluida


BAB III
PENERAPAN GAYA KE ATAS (LIFTING) ZAT CAIR PADA DUNIA PERKAPALAN
( METODE )

1.3       Penerapan Gaya ke Atas (Lifting) Zat Cair pada proses pengapungan kapal.
Metode penelitian proses pengapungan kapal ini menggunakan :
a.      Fluida
Hidraulik dalam teknik, hidraulika berarti pergerakan-pergerakan, pengaturan-pengaturan, dan pengendalian-pengendalian berbagai gaya dan gerakan dengan bantuan tekanan suatu zat cair
Semua instalasi hidraulika pada sistem fluida statis (tertutup) bekerja dengan prinsip hidraustatis. Dua hukum terpenting yang berhubungan dengan hidraustatistika adalah
1. Dalam sebuah ruang tertutup, tekanan yang dikenakan terhadap zat cair akan merambat secara merata ke semua arah,
2. Besarnya tekanan dalam zat cair (air atau minyak) adalah sama dengan gaya (F) dibagi oleh besarnya bidang tekan (A)









b.      Kapal Laut
adalah hidraulik terdiri dair dua tabung yang berdiameter kecil dan besar. Jika kita memberikan gaya pada tabung berdiameter kecil,tekanan akan disebakan secara merata pada tabung besar tempat menempelnya ramdoor. Jika gaya F1diberikan pada penghisap yang kecil, tekanan dalam cairan akan bertambah. Gaya ke atas yang diberikan oleh cairan pada penghisap yang lebih besar untuk mengangkat sebuah beban dari pintu ramdoor yang sangat berat .
c.       Pendekatan Hukum Archimedes
   Jika kita membandingkan berat benda di udara wu dengan berat benda di air (wu ) ternyata berat benda di udara lebih besar dari pada di air (wu > wa ). Hal ini disebabkan berat orang di air mengalami gaya ke atas (Fa ) dari air tersebut. secara matematis ditulis   ketika benda tercelup seluruhnya tekanan hidrostatis dialami permukaan bagian atas dengan luas area A, sebesar P1 dan bagian bawah sebesar P2. Dengan demikian gaya ke atas dapat kita tentukan sebgai berikut:

Keterangan :
 Fa= gaya ke  atas (N) ; = massa jenis fluida (kg/m3);  g = percepatan gravitasi (m/s2); Vt = Volume benda yang tercelup/volum fluida yang dipindahkan.







Dengan demikian sebuah benda yang tercelup seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapat gaya ke atas oleh sebuah gaya sama besar dengan berat fluida yang dipindahkan.  Pernyataan ini disebut dengan Hukum Archimedes.
suatu benda akan tenggelam tinggal dilihat dari kerapatan benda/massa jenis bendanya dibandingkan dengan massa jenis fluida.  Begitu juga kapal yang begitu besar massanya dapat terapung, karena dengan rumus r=m/V, dengan memperbesar volume kapal kita harapkan massa jenis kapalnya menjadi lebih kecil dari massa jenis air laut. Dengan ilmu ini juga manusia telah mampu menciptakan kapal terapung juga kapal selam.
jika sebuah kapal selam agar dapat menyelam, maka tangki pemberat diisi dengan air laut, agar massa jenis kapal bertambahlebih besar dari pada massa jenis air laut. Sehingga kapal selam dapat menyelam di ke dalam air laut. Jika kapal selam akan mengapung, air laut yang berada dalam tangki pemberat dikeluarkan, agar massa jenis kapal berkurang menjadi lebih kecil dari pada massa jenis air laut. Sehingga kapal akan mengapung di permukaan air laut.



















BAB IV
HASIL DAN BAHASAN


4.1 HASIL & PEMBAHASAN

Mengapa kapal yang terbuat dari baja dapat terapung di laut? Dalam hal ini pengapungan kapal terjadi karena adanya penerapan gaya ke atas (lifting) zat cair dimana “Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu).
Peristiwa ini berhubungan dengan gaya apung yang dihasilkan oleh kapal baja tersebut. Kapal yang sama pada saat kosong dan penuh muatan. Volume air yang di pindahkan oleh kapal ditandai dengan tenggelamnya kapal hingga batas garis yang ditunjukkan oleh tanda panah. Hal ini disebabkan oleh  besarnya gaya angkat yang dihasilkan kapal sebanding dengan volume fluida yang dipindahkannya. Apabila gaya ke atas yang dihasilkan sama besar dengan berat kapal maka kapal akan terapung. Oleh karena itu, kapal didesain cukup lebar agar dapat memindahkan volume fluida yang sama besar dengan berat kapal itu sendiri.

 






Badan kapal yang terbuat dari baja berongga, ini menyebabkan volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi sangat besar. Gaya ke atas sebanding dengan volume air yang dipindahkan, sehingga gaya ke atas menjadi sangat besar . Gaya ke atas ini mampu mengatasi berat total sehingga kapal laut mengapung di permukaan laut.

Saturday, 9 May 2015

PengertianErgonomi
Ergonomi adalah ilmu yang memelajari mengenai sifat dan keterbatasan manusia yang digunakan unatuk merancang sistem kerja, sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Dapat pula dikatakan bahwa aplikasi ilmu ergonomi adalah membentuk kondisi yang EASNE yaitu efektif, aman, sehat, nyaman dan efisien.
Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan, mengapa ergonomi sangat penting. Ergonomi tidak terbatas hanya pada rancangan kursi yang baik atau meja yang ergonomis saja, melainkan jauh lebih luas, yakni merancang metode, alat dan sistem kerja sesuai dengan manusianya (pekerja) atau dikenal dengan istilah Human Centered Design. Hal yang paling unik dari ergonomi itu sendiri adalah perhatian yang sangat besar yang diberikan untuk manusia.
Manusia merupakan mahluk sempurna yang juga memiliki keterbatasan. Beberapa keterbatasan tersebut dapat terlihat pada kapasitas manusia dalam melakukan segala aktivitasnya. Tidak satupun individu mampu melakukan aktivitas kerja tanpa istirahat, baik itu pekerjaan fisik maupun mental. Bahkan dengan kondisi yang dianggap sudah baik terkadang hasil kinerja yang diberikan tidak sesuai harapan.
Manusia merupakan mahluk yang sangat kompleks. Banyaknya faktor-faktor luar yang saling berinteraksi akan mempengaruhi kinerja manusia baik sebagai individu maupun kelompok. Segala faktor-faktor luar, beban pekerjaan, dan kapasitas manusia yang ia miliki itulah yang dipelajari secara mendalam dalam ilmu ergonomi.
Ergonomi secara umum dibagi menjadi dua cabang ilmu penting yakni,
1.       Ergonomi Mikro,
2.       Ergonomi Makro



3.2  Penerapan Ergonomi dalam Dunia Perkantoran
        Ergonomi di perkantoran adalah suatu system yang standart untuk melakukan kegiatan di perkantoran. Contoh adalah penggunaan computer. Di dunia perkantoran pasti tidak pernah lepas dari kegiatan menggunakan computer. Gambar berikut berisi kesalahan-kesalahan posisi yang umum dalam pemakaian komputer:







Secara garis besar gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer yang salah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1.       Gangguan pada bagian mata dan kepala
Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome, mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yang lebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur (astigmatisma, miopi, presbiopi), pandangan ganda, hingga disorientasi warna.
2.       Gangguan pada lengan dan tangan
Gangguan pada bagian lengan dan telapak tangan dimulai dari nyeri pada pergelangan tangan karena gangguan pada otot tendon di bagian pergelangan, nyeri siku, hingga cidera yang lebih serius seperti Carpal Tunnel Syndrome yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cidera ini harus segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan operasi terpaksa harus dilakukan.

3.       Gangguan pada leher, pundak dan punggung
Kelompok gangguan lainnya berupa nyeri pada bagian leher, pundak, punggung dan pinggang. Nyeri di bagian ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri di bagian paha dan betis.
Bekerja di depan komputer dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara yang ampuh dalam menghindari ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti yang dijelaskan di atas.

3.3  Ergonomi yang sesuai dalam perkantoran
Rekomendasi Untuk Pemakaian/Pengoperasian Komputer:







a)      Kondisi Tempat kerja Menggunakan meja yang cukup tempat untuk menata posisi yang paling nyaman untuk CPU, monitor, keyboard, mouse, printer, penyangga buku, dan piranti lainnya seperti telpon, dan lain-lain.
b)      Sesuaikan tinggi meja dengan tinggi dan posisi tubuh anda, sehingga saat menggunakan perangkat komputer, posisi komputer tidak terlalu ke atas atau ke bawah. Untuk laptop, tetap gunakan meja yang tingginya sesuai, jangan memaksakan untuk menggunakan laptop di bawah/lantai sehingga membuat posisi badan membungkuk.
c)        Atur meja dengan mempertimbangkan bagaimana perangkat itu akan digunakan. Perangkat yang paling sering digunakan seperti mouse dan telepon, tempatkan di posisi yang paling mudah dijangkau.
d)      Atur pencahayaan ruang kerja anda secara optimal. Buku, laporan, atau bahan cetakan lain yang dibutuhkan dalam bekerja dengan komputer sebaiknya diletakkan di dekat monitor. Bisa di bawah atau disamping monitor sehingga leher atau kepala tidak perlu menengok.
e)      Kursi Paha dalam posisi horisontal dan punggung bagian bawah atau pinggang tersandar. Hindari posisi duduk terlalu di ujung kursi. Bila kursi kurang dapat diatur, bagian bawah punggung dapat dibantu dengan diberi bantal. Telapak kaki harus dapat menumpu secara rata di lantai ketika duduk dan ketika menggunakan keyboard. Apabila tidak dapat maka kursinya mungkin terlalu tinggi, solusinya dengan memanfaatkan penyangga kaki.
f)       Perlu untuk mengubah posisi duduk selama bekerja karena duduk dalam posisi tetap dalam jangka lama akan mempercepat ketidaknyamanan. Keyboard Letakkan keyboard sesuai dengan arah layar monitor.
g)      Posisikan keyboard sehingga lengan dalam posisi relaks dan nyaman, serta lengan bagian depan dalam posisi horisontal Pundak anda dalam posisi relaks tidak tegang dan terangkat ke atas. Pergelangan tangan harus lurus, tidak menekuk ke atas atau ke bawah.
h)       Ketika mengetik tangan harus ikut bergeser kekiri kanan sehingga jari tidak dipaksa meraih tombol-tombol yang dimaksud.
i)        Hindari memukul tombol, cukup tekan tombol secara halus sehingga tangan dan jari anda tetap relaks. Untuk itu gunakan keyboard yang masih dalam kondisi baik. Bila perlu, manfaatkan keyboard ergonomik yang dirancang untuk dapat diatur sesuai ukuran jari, kebiasaan tata letak huruf dan posisi lengan.
j)        Manfaatkan fitur shortcut dan macro untuk melakukan suatu aktivitas di komputer. Misal Ctrl+Z untuk meng-undo. Shortcut / macro akan mampu mengurangi aktivitas penekanan tombol.
k)      Mouse Gunakan mouse yang mempunyai ukuran sesuai dengan ukuran tangan sehingga nyaman digunakan tangan. Tempatkan mouse dekat dan di permukaan yang sama dengan keyboard sehingga mouse dapat diraih dan menggunakannya tanpa harus meregangkan tangan ke posisi yang berbeda apalagi jika harus merentangkan seluruh tangan karena posisi tersebut dapat menyebabkan keadaan tegang dan lelah otot. Pegang mouse secara ringan dan klik dengan tegas. Gerakkan mouse dengan lengan, jangan hanya dengan pergelangan anda. Jangan tumpukan pergelangan atau lengan bagian depan di meja ketika anda menggerakkan mouse. Untuk jenis rolling-ball mouse, bersihkan mouse secara periodik karena mouse yang kotor akan mengganggu pergerakan kursor dan menyebabkan pergelangan menjadi tegang.
l)        Monitor Posisikan layar monitor sedemikian rupa sehingga pantulan cahaya dari lampu, jendela atau sumber cahaya lainnya dapat diminimalisir. Penggunaan filter pada layar monitor dapat mengurangi radiasi yang dipancarkan layar monitor yang diterima mata.
m)    Atur monitor sehingga mata sama tingginya dengan tepi atas layar, sekitar 5-6 cm di bawah bagian atas casing monitor. Monitor yang terlalu rendah akan menyebabkan leher dan pundak nyeri. Atur posisi sehingga jarak operator dan monitor berkisar 50 cm 60 cm. Monitor yang terlalu dekat mengakibatkan mata tegang, cepat lelah, dan potensi gangguan penglihatan.
n)      Posisi monitor tepat lurus di depan, jangan sampai memaksa kepala dan leher anda menengok/menoleh untuk melihat layar.
o)      Atur intensitas pencahayaan dan warna monitor senyaman mungkin terhadap mata. Jangan terlalu redup jangan terlalu terang.
p)      Bersihkan layar monitor yang kotor karena dapat menimbulkan efek pantulan dan tampilan buram.
q)      Cara Berkomputer Hindari menggunakan komputer bersamaan dengan mengoperasikan atau menggunakan alat lain seperti telepon angkat atau handphone (banyak terjadi pada pekerjaan sekretaris kantor). Solusinya adalah dengan mengganti telepon bentuk angkat dengan telepon bentuk headset/earphone dan speaker yang dipasang dekat mulut sehingga tidak mengganggu pekerjaan komputer dan menghindari gangguan leher.
r)       Selama bekerja istirahatlah secara periodik. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kelelahan dan ketidaknyamanan. Ikuti aturan 20/20/20, yaitu: setiap 20 menit bekerja, istirahat selama 20 detik, dengan alihkan pandangan ke jarak ±6m. Saat istirahat (setelah mata lelah) usahakan untuk melihat benda atau objek berwarna hijau.

s)       Bekerja dengan rileks dan nafas yang teratur sehingga sirkulasi darah ke otak lancar agar efektif dalam bekerja (tidak cepat lelah dan mengantuk). Senantiasa mengedipkan mata secara kontinyu hal ini di maksudkan agar kornea mata tidak terlalu kering.