Tuesday, 5 May 2015

PENGEDOKAN KAPAL

 Proses Pengedokan
         Pengedokan merupakan kegiatan dimana kapal masuk dalam dock untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan perbaikan yang tidak bias dilakukan di air, atau saat kapal berlayar. Pengedokan juga merupakan kegiatan berkala yang harus dilakukan demi kebaikan kapal itu sendiri.
      Sistematika pengedokan merupakan langkah-langkah untuk kapal masuk ke dock. Beberapa langkah itu adalah:
A.   Proses Persiapan Pengedockan Kapal
B.    Persiapan Docking Oleh Pihak Galangan
C.    Proses Pemasukan Dan Pengeluaran Kapal Dari Dock

A.   Proses Persiapan Pengedockan Kapal
Pada saat kapal ingin melakukan pengedockan, owner kapal menghubungi pihak galangan kapal untuk melakukan kesepakatan pemesanan dock, dan waktu kapal akan masuk dock. Pihak owner memberikan data-data kapal seperti gambar-gambar kapal, riwayat perangkat kapal, apakah kapal menggunakan peralatan tertentu. Kemudian pihak galangan akan memproses semua data tersebut, dilakukan langkah persiapan dock dan penyusunan daftar kerja, apa saja yang akan dikerjakan dan berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan, melakukan penghitungan mengenai perkiraan berapa biaya untuk perbaikanya, setelah itu dilakukan negosiasi dan kemudian kontrak. Setelah mencapai kesepakatan maka pihak owner maupun pihak galangan kapal, mulai mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pengedokan. Dilakukan floating repair dengan tujuan untuk efisiensi waktu proses perbaikan. Kapal mulai memasuki dock yang sebelumnya telah dipersiapkan stopblock yang diatur sesuai alur gading – gading utama kapal, dengan fasilitas yang telah dipersiapkan oleh galangan, setelah proses perbaikan dibawah garis air selesai maka kembali dilakukan floating repair dengan tujuan efisiensi dock space, sehingga dock bisa digunakan kapal lainya.


Proses persiapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1.       kapal ditambatkan di dermaga dan mematikan semua mesin utama kapal
2.       menurunkan barang-barang yang tidak diperlukan dalam proses perbaikan kapal.
3.       kapal yang naik dock dalam keadaan tanpa muatan
4.       menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal
5.       Menyediakan gambar yang dibutuhkan dalam proses pengedokan, seperti :
a.       General arrangement
b.      Midship section
c.       Lines plan
6.       memperhatikan posisi waktu gelombang air pasang / surut untuk pemasukan kapal maupun pengeluaran kapal dari dock dengan dibantu kapal bantu tug boat.
B.    Persiapan Docking oleh Pihak Galangan
1.       Pengosongan kolam dock dengan menyedot air yang ada dalam kolam dengan menggunakan pompa.
2.       Pihak dockmaster kemudian mempelajari gambar-gambar kapal seperti General Arrangement, Lines Plan, dan Midship Section untuk mempersiapkan pangaturan stopblock di dock.
3.       Pihak galangan juga mempelajari riwayat alat-alat untuk memperkirakan apa saja yang akan diperbaiki.
4.       Setelah selesei mempelajari gambar kapal dan riwayat perangkat kapal, kemudian memastikan dock kolam kosong untuk dilakukan pegaturan stopblock, peletakanya disesuaikan dengan keel, sekat, gading-gading utama, dan peralatan sensitif yang digunakan pada kapal, seperti sonar untuk menghindari kerusakan alat-alat tersebut.
5.       Setelah stopblock tertata sesuai yang direncanakan, dilakukan pengisian air kembali pada kolam dengan membuka valve air masuk yang ada pada pintu ponton, dibuka satu persatu agar tekanan air masuk tidak terlalu besar.





C.    Proses Pemasukan dan Pengeluaran Kapal dari Dock
a)      Proses pemasukan kapal
hal-hal tersebut perlu juga dipersiapkan hal-hal sebagai berikut :
1.       Pengaturan jarak dan tinggi keel block dan side block, Kapal dibuatkan side block dengan mempertimbangkan rise of floor
2.       Pada keel block terdiri dari beton cor setinggi 100 cm dan bantaan kayu setinggi 30cm, kayu yang digunakan adalah kayu sengon, randu, dan bengere. Kayu pada stopblock bias digunakan 3 x kapal naik, setelah itu kayu harus diganti. Selain kayu alterniatif yang bisa dipakai adalah pipa.
3.       Posisi bottom plug, peralatan elektronik dibawah kulit lambung, sea chest, dan sepatu kemudi tidak boleh bertumpu pada stop block
4.       Jarak pengaturan block
a)jarak antar stop block masing-masing adalah 3 jarak gading
b)      Jarak antara side block masing-masing 3 m, 3,5 m, 4 m tergantung masing-masing jarak frame dan besar kapal
5.       Penempatan keel block dan side block dibantu oleh alat kran atau foreclip diusahakan bertumpu pada wrang-wrang double bottom, sekat melintang dan memanjang untuk menghindari deformasi pada plat bottom
6.       Penandaan garis, titik, untuk posisi acuan pembentukan kapal
7.       Persiapan tug boat, dock master dan crew dock, tali-temali, tangga dan lain-lain
8.       Kapal harus bebas dari muatan berbahaya dan gas
9.       Setelah pekerjaan persiapan selesei, kapal dapat dimasukan, urutan sesuai dengan proses docking.







Setelah melakukan persiapan diatas, kemudian proses memasukan kapal ke dalam dock :
a.       Mesin kapal harus mati kecuali mesin winch, kapal di dorong oleh tug boat menuju ke dekat pintu dock.
b.      Di pintu ponton ini di dalamnya terdapat ruangan untuk air (tangki ballast), dan kosongkan air dalam tangki ponton agar massa ponton ringan dan dapat mengapung atau dapat dipindahkan dengan mudah dengan bantuan tali ditarik oleh tug boat hingga pintu dock terbuka.
c.       Kemudian kapal dimasukan ke dalam dock dengan bantuan tug boat. kemudian kapal di diamkan dengan bantuan tali tros hingga kapal tenang dan dipastikan center line  pas pada bantalan yang sebelumnya telah dipersiapkan.
d.      Penutupan ponton kembali , saat ditutup pintu harus pas pada tempatnya, karet di pintu harus benar-benar dapat kedap, untuk itu setipa 3-5 tahun karet harus diganti. Pintu kembali di isi pada bagian tangki di dalam ponton, kemudian kapal dipastikan benar-benar duduk pada stopblock, dan dikosongkan tangki ballast, dan kemudian dilakukan pengosongan kolam dengan bantuan pompa.
b. proses pengeluaran kapal dari dock
      Setelah perbaikan selesei, maka kapal dikeluarkan dari dock dan dapat melakukan proses finishing di luar dock, sebagai berikut :
1.       Semua peralatan kerja dalam graving dock dikeluarkan dan membersihkan sisa hasil docking semuanya terlebih dahulu.
2.       kosongkan tangki ballast pintu dock  dan valve pintu dock dibuka agar air masuk ke dalam dock, setelah air yang masuk setinggi permukaan air laut, maka pintu dibuka.
3.       Pada waktu kapal mulai terapung lepaskan semua tali tros agar kapal dapat kembali bergerak.

4.       Kapal ditarik keluar dalam dengan bantuan tug boat.

No comments:

Post a Comment